Aku tak pernah menyangka bahwa kata-kata bisa menyembuhkan sedikit luka. Sebelum mengenalmu, aku buntu. Aku tidak tau caranya menyembuhkan diriku sendiri. Aku tersesat. Aku selalu ingin mengakhiri namun tak juga kunjung mati. Namun, ketika aku mengenalmu ada sesuatu yang ku temukan.
Kata-kata. Aku menemukan kata-kata penyembuh lara dan luka. Sejenak, aku tidak lagi merasakan sepi juga duka. Aku belajar darimu bahwa luka juga harus dibagikan. Harus diceritakan agar kelak bisa disembuhkan. Aku hampir sembuh.
Tapi sayang, selain mengetahui fakta bahwa kata-katamu hampir menyembuhkan seluruh lukaku–Aku kehilanganmu dalam diam. Kau menghilang dalam senyap. Tanpa kata-kata.
Dan sekarang, kata-katamu berubah menjadi duka dan bukan lagi penyembuh luka.
— Akan
Bahaya
Kata
Kata
Your Pluto.
Sabtu, 21 Oktober 2017
Kamis, 28 September 2017
Tidak semua kisah berakhir bahagia seperti yang ada dalam dongeng. Tidak semua kisah berakhir dengan satu ciuman, menandakan bahwa mereka akan hidup bahagia selamanya. Kisah cinta Romeo dan Juliet pun rasanya tidak sesederhana itu. Mungkin.
Katanya, jika tidak bahagia berarti itu belum akhir. Entahlah, sudah banyak aku menemu akhir tanpa bahagia di dalamnya. Lagi-lagi hanya luka, duka, sendu, nestapa nan kelabu yang muncul. Akhirnya, aku menyalahkan diri, akhirnya aku mengobati hati sendiri, lagi.
Seperti tak hingga, kelabu selalu datang menghampiri. Seperti tak hingga, luka itu tak ada habisnya, bersama sang waktu yang katanya menyembuhkan. Sesaat pula setelahnya, aku tersungkur lagi, mendapati jurang yang berarti sebuah jalan buntu. Menanti atau mati.
Ketika bangun di pagi hari, aku tidak pernah suka harus merasakan ada bagian dari diriku yang sudah lenyap. Aku merasakan suatu kejanggalan ketika membuka mata, aku merasa untuk bernafaspun terasa berat.
Hal ini sudah ku sampaikan berulang kali. Mungkin kamu tidak bisa mengakhiri ketika semua sedang indah, jika kita berakhir, jangan sesali mengapa tak sempat dari awal kamu meninggalkanku. Karena berulang kali pula kutanyakan, yakin betulkah dirimu untuk menjalani semua denganku? Jika jawabanmu masih iya, tolong jangan sakiti aku dengan alasan yang sama, alasan banyak orang di masa laluku.
Karena rasanya aku seperti mengulang-ulang. Meyakinkan, di yakinkan, di kecewakan, ditinggalkan, di benci, dan membenci. Selamatkan aku, atau cukup berhenti saja di sini, aku yang akhiri.
—wordhunter
Katanya, jika tidak bahagia berarti itu belum akhir. Entahlah, sudah banyak aku menemu akhir tanpa bahagia di dalamnya. Lagi-lagi hanya luka, duka, sendu, nestapa nan kelabu yang muncul. Akhirnya, aku menyalahkan diri, akhirnya aku mengobati hati sendiri, lagi.
Seperti tak hingga, kelabu selalu datang menghampiri. Seperti tak hingga, luka itu tak ada habisnya, bersama sang waktu yang katanya menyembuhkan. Sesaat pula setelahnya, aku tersungkur lagi, mendapati jurang yang berarti sebuah jalan buntu. Menanti atau mati.
Ketika bangun di pagi hari, aku tidak pernah suka harus merasakan ada bagian dari diriku yang sudah lenyap. Aku merasakan suatu kejanggalan ketika membuka mata, aku merasa untuk bernafaspun terasa berat.
Hal ini sudah ku sampaikan berulang kali. Mungkin kamu tidak bisa mengakhiri ketika semua sedang indah, jika kita berakhir, jangan sesali mengapa tak sempat dari awal kamu meninggalkanku. Karena berulang kali pula kutanyakan, yakin betulkah dirimu untuk menjalani semua denganku? Jika jawabanmu masih iya, tolong jangan sakiti aku dengan alasan yang sama, alasan banyak orang di masa laluku.
Karena rasanya aku seperti mengulang-ulang. Meyakinkan, di yakinkan, di kecewakan, ditinggalkan, di benci, dan membenci. Selamatkan aku, atau cukup berhenti saja di sini, aku yang akhiri.
—wordhunter
Senin, 19 Juni 2017
Kamis, 15 Juni 2017
A person can just be like a book. When you see the cover, you'll directly assume, its just another book with ugly story in it. Imagine, how many amazing stories you've missed?
And that's not what I did to him. I didn't like him at first, but as I read every pages, he suddenly become my favorite book. And I know, I always like sad stories because I can always relate to it.
So every single day, I keep reading every pages until I come to the ending, until he decided what to tell on the last pages. And it ends, tragically. That even, I, the girl who knows every story, could not stop him from ending his life.
— I tried,
Your Pluto.
And that's not what I did to him. I didn't like him at first, but as I read every pages, he suddenly become my favorite book. And I know, I always like sad stories because I can always relate to it.
So every single day, I keep reading every pages until I come to the ending, until he decided what to tell on the last pages. And it ends, tragically. That even, I, the girl who knows every story, could not stop him from ending his life.
— I tried,
Your Pluto.
Rabu, 14 Juni 2017
Tapi benarkan? kau berpura-pura bahwa kau tak tau perasaanku, lalu kau perkenalkan aku sebagai sahabat kepada teman-temanmu.
Tapi benarkan? awalnya kau hanya mencoba saja memberiku harapan layaknya bintang pun akan kau gapai untukku, lalu sebenarnya yang kau mau bukan aku.
Tapi benarkan? aku hanya tempatmu mengadu pilu dan kau datang saat kau sedang sendu.
Tapi ada yang lebih benar,
aku tau semua itu tapi aku juga berpura-pura tidak tau. Karna aku sudah tak bisa lepas darimu,
wahai 'sahabatku'.
— Your Pluto.
Tapi benarkan? awalnya kau hanya mencoba saja memberiku harapan layaknya bintang pun akan kau gapai untukku, lalu sebenarnya yang kau mau bukan aku.
Tapi benarkan? aku hanya tempatmu mengadu pilu dan kau datang saat kau sedang sendu.
Tapi ada yang lebih benar,
aku tau semua itu tapi aku juga berpura-pura tidak tau. Karna aku sudah tak bisa lepas darimu,
wahai 'sahabatku'.
— Your Pluto.
Kamis, 01 Juni 2017
"You didn't date her, but you told her how much you liked her. Whenever you saw her, you told her how pretty she looked and whenever you spent too long without her, you told her how much you missed her.
You didn't date her, but you texted her from the moment you opened your eyes until the moment they closed. You made her feel wanted with your words, you made her feel special by giving her large chunks of your time.
You didn't date her, but you shared your secrets with her. You told her things no one else knew about you. You treated her like she meant something. Like you actually cared about her, like you wanted to keep her in your life.
You didn't date her, but you gave her every reason to think that one day, you would date her. You made her believe it was only a matter of time until you two became a couple.
You didn't date her, but you still hurt her. And you should still take responsibility for what you've done.
It doesn't matter whether you were her official boyfriend or if you refused to give your relationship a title. You still led her on. You still broke her heart/
So when you start dating a new girl, don't act like she's crazy or clingy or obsessive. When she asks questions about why you've been acting so distant, don't blow them off and say something like, "It's none of your business, you're not my girlfriend, I can do whatever I want."
Technically, it's true. But at the same time, it's not. Because you let her get close to you. You let her fall in love with you.
No, you didn't date her, but you became emotionally attached to each other. You created a serious connection.
That's why she deserves an explanation. She deserves closure. She deserves to hear why you decided to leave, to move onto some other girl, instead of having you drop out of her life as if she never meant anything at all.
Because if you do that, she's going to question every moment she shared with you. She's going to look back and reinterpret all of your conversations, your looks, your body language.
She's going to think she's a complete idiot for ever believing you cared about her. She's going to assume she made everything up.
You might think it isn't your responsibility to answer her questions, because she isn't your girlfriend and she never was.
But, the thing is, you treated her like your girlfriend.
She's not psycho for feeling like you betrayed her. She's not crazy for wanting to know what went wrong, for wondering why you lost interest in her and found someone new.
She deserves to know."
You didn't date her, but you texted her from the moment you opened your eyes until the moment they closed. You made her feel wanted with your words, you made her feel special by giving her large chunks of your time.
You didn't date her, but you shared your secrets with her. You told her things no one else knew about you. You treated her like she meant something. Like you actually cared about her, like you wanted to keep her in your life.
You didn't date her, but you gave her every reason to think that one day, you would date her. You made her believe it was only a matter of time until you two became a couple.
You didn't date her, but you still hurt her. And you should still take responsibility for what you've done.
It doesn't matter whether you were her official boyfriend or if you refused to give your relationship a title. You still led her on. You still broke her heart/
So when you start dating a new girl, don't act like she's crazy or clingy or obsessive. When she asks questions about why you've been acting so distant, don't blow them off and say something like, "It's none of your business, you're not my girlfriend, I can do whatever I want."
Technically, it's true. But at the same time, it's not. Because you let her get close to you. You let her fall in love with you.
No, you didn't date her, but you became emotionally attached to each other. You created a serious connection.
That's why she deserves an explanation. She deserves closure. She deserves to hear why you decided to leave, to move onto some other girl, instead of having you drop out of her life as if she never meant anything at all.
Because if you do that, she's going to question every moment she shared with you. She's going to look back and reinterpret all of your conversations, your looks, your body language.
She's going to think she's a complete idiot for ever believing you cared about her. She's going to assume she made everything up.
You might think it isn't your responsibility to answer her questions, because she isn't your girlfriend and she never was.
But, the thing is, you treated her like your girlfriend.
She's not psycho for feeling like you betrayed her. She's not crazy for wanting to know what went wrong, for wondering why you lost interest in her and found someone new.
She deserves to know."
Minggu, 28 Mei 2017
Masih sama, perihal melepaskan.
Tak ada yang berubah, meski semakin hari kamu semakin jauh untuk saya genggam.
Sungguh, saya tidak memintamu untuk mencintai saya—seperti saya mencintai kamu.
Tetapi, saya mohon—tolong lihat sedikit kebelakang.
Masih ada yang menantimu disini,
Masih ada yang menunggumu sampai saat ini.
Saya mengerjar mu, sedangkan kamu mengerjarnya.
Saya rela jatuh berkali-kali, sedangkan kamu rela jatuh untuknya.
Sekarang, saya harus melakukan apa?
Haruskah saya diam, sambil memendam semua rasa?
Iya?
Sungguh—saya mohon,
Ini sakit
Saya benar-benar tersiksa.
Saya mengakui, bahwa saya sudah terbiasa terluka—tetapi saya mohon, jangan menambah luka lagi yang membuat saya semakin merasa hampa akan kekosongan.
Bertahan denganmu, yang sedang memperjuangkannya sama sakitnya dengan melepaskanmu bahagia bersama dirinya.
Saya tidak naif,
Tapi memang itu kenyataannya.
Saya sakit melihatmu bersamanya.
—9445,
Saya Masih Disini. | phospeneus
Tak ada yang berubah, meski semakin hari kamu semakin jauh untuk saya genggam.
Sungguh, saya tidak memintamu untuk mencintai saya—seperti saya mencintai kamu.
Tetapi, saya mohon—tolong lihat sedikit kebelakang.
Masih ada yang menantimu disini,
Masih ada yang menunggumu sampai saat ini.
Saya mengerjar mu, sedangkan kamu mengerjarnya.
Saya rela jatuh berkali-kali, sedangkan kamu rela jatuh untuknya.
Sekarang, saya harus melakukan apa?
Haruskah saya diam, sambil memendam semua rasa?
Iya?
Sungguh—saya mohon,
Ini sakit
Saya benar-benar tersiksa.
Saya mengakui, bahwa saya sudah terbiasa terluka—tetapi saya mohon, jangan menambah luka lagi yang membuat saya semakin merasa hampa akan kekosongan.
Bertahan denganmu, yang sedang memperjuangkannya sama sakitnya dengan melepaskanmu bahagia bersama dirinya.
Saya tidak naif,
Tapi memang itu kenyataannya.
Saya sakit melihatmu bersamanya.
—9445,
Saya Masih Disini. | phospeneus
Jumat, 26 Mei 2017
Jumat, 14 April 2017
Seandainya bisa, kan kubawa diriku sendiri entah kemana. Seandainya bisa; kan ku buat kamu menyayangiku.
Seandainya bisa, kan kulempar diriku sendiri ke angkasa. Ke bagian nol gravitasi. Aku ingin mengapung, aku ingin, seandainya.
Seandainya, tiada kata seandainya, maka semua kan selalu ada. Seandainya, kamu bisa merasakan apa yang kurasakan, maka tidak ada air mata yang terbuang.
Seandainya.
-f.t
Seandainya bisa, kan kulempar diriku sendiri ke angkasa. Ke bagian nol gravitasi. Aku ingin mengapung, aku ingin, seandainya.
Seandainya, tiada kata seandainya, maka semua kan selalu ada. Seandainya, kamu bisa merasakan apa yang kurasakan, maka tidak ada air mata yang terbuang.
Seandainya.
-f.t
Kamis, 06 April 2017
Jumat, 24 Maret 2017
"Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi dengan cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu. Ketidak-beranianku mengikatmu memberi ruang bagi orang asing mendekatimu.
Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sedia kala. Kamu dengan seseorang yang memilihmu. Aku dengan hati baru yang mencoba tumbuh di hidupku. Kuberikan hatiku pada seseorang yang lain. Kubiarkan dia menggantikanmu. Namun, aku keliru. Melupakanmu ternyata tidak pernah semudah itu."
— boycandra
Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sedia kala. Kamu dengan seseorang yang memilihmu. Aku dengan hati baru yang mencoba tumbuh di hidupku. Kuberikan hatiku pada seseorang yang lain. Kubiarkan dia menggantikanmu. Namun, aku keliru. Melupakanmu ternyata tidak pernah semudah itu."
— boycandra
Kamis, 23 Maret 2017
Selasa, 21 Maret 2017
Minggu, 19 Maret 2017
Untuk matahari terbenam,
tolong ikut sertakan perasaanku yang sudah tidak berbentuk lagi, ajak ia pergi terbenam bersamamu. Atau boleh juga buang saja ke laut, pokoknya singkirkan perasaan ini jauh-jauh. Aku hanya ingin memiliki hari-hari yang baru, hari yang tidak ada kesepakatan untuk berkaitan dengan hari kemarin. Aku mohon mentari... tolong aku.
Dariku,
yang hatinya retak.
tolong ikut sertakan perasaanku yang sudah tidak berbentuk lagi, ajak ia pergi terbenam bersamamu. Atau boleh juga buang saja ke laut, pokoknya singkirkan perasaan ini jauh-jauh. Aku hanya ingin memiliki hari-hari yang baru, hari yang tidak ada kesepakatan untuk berkaitan dengan hari kemarin. Aku mohon mentari... tolong aku.
Dariku,
yang hatinya retak.
Sabtu, 18 Maret 2017
Di dunia ini ada dua hal yang paling tulus, yaitu kopi dan embun ketika waktu subuh.
Kopi, hal yang paling apa adanya di muka bumi. Dia pahit, hitam, tetapi dia tidak memaksa kita untuk bisa menyukainya. Dia adalah kopi, seberapa pun gula yang kamu berikan, pahitnya tidak hilang. Karena dia tidak ingin merealisasikan angan-angan yang manis tetapi tidak pernah kejadian.
Embun, tidak punya warna tapi dia tetap bertahan. Walaupun diusir matahari setiap pagi, ia tetap kembali di keesokan hari, dan hari-hari berikutnya.
-tsana.
Kopi, hal yang paling apa adanya di muka bumi. Dia pahit, hitam, tetapi dia tidak memaksa kita untuk bisa menyukainya. Dia adalah kopi, seberapa pun gula yang kamu berikan, pahitnya tidak hilang. Karena dia tidak ingin merealisasikan angan-angan yang manis tetapi tidak pernah kejadian.
Embun, tidak punya warna tapi dia tetap bertahan. Walaupun diusir matahari setiap pagi, ia tetap kembali di keesokan hari, dan hari-hari berikutnya.
-tsana.
Senin, 13 Maret 2017
Minggu, 12 Maret 2017
Semesta, senja, dan jingga
Tak selamanya senja milik jingga, karena ada kalanya senja itu kelabu. Jadi siapa pemilik senja itu? Pemillik senja adalah semesta, karena saat senja menjadi jingga atau kelabu, semesta selalu setia menemaninya.
Sama seperti kita, aku adalah semesta, kau adalah senja yang menghangatkan, dan dia adalah jingga yang terkadang mengindahkan mu.
Jenuh, lima huruf yang penuh dengan kebingungan, kamu tahu? Saat jenuh datang, kan ada yang tersakiti dan ada yang tersenyum gembira, semesta terasa tersakiti saat senja lupa akan semesta, pemilik senja yang sebenarnya, sedangkan jingga? Dia akan senang saat dekat dengan senja, karena saat senja berwarna jingga, ada keindahan yang tercipta, sampai senja pun lupa siapa pemiliknya yang sebenarnya.
Saat senja terhalang awan mendung, siapa yang setia menemani senja? Saat senja tertutup kabut, siapa yang berusaha memohon kepada matahari agar menerangkan senja? Siapa? Semua tahu jawabannya, tapi kenapa? Kenapa saat semesta berusaha dengan penuh untuk menjaga senja, saat itu senja malah begitu asik dengan jingga?
Senja, kau menghangatkan. Kini kau sedang bersinar indah bersama jingga, bersenang senanglah. Tapi saat keindahanmu menjadi kelabu, semesta yakin senja akan pulang, karena semesta adalah tempat senja pulang.
Senja berbahagialah bersamanya, jingga sang pengindah senja, semesta kan menunggu walau harus teracuhkan.
Tak selamanya senja milik jingga, karena ada kalanya senja itu kelabu. Jadi siapa pemilik senja itu? Pemillik senja adalah semesta, karena saat senja menjadi jingga atau kelabu, semesta selalu setia menemaninya.
Sama seperti kita, aku adalah semesta, kau adalah senja yang menghangatkan, dan dia adalah jingga yang terkadang mengindahkan mu.
Jenuh, lima huruf yang penuh dengan kebingungan, kamu tahu? Saat jenuh datang, kan ada yang tersakiti dan ada yang tersenyum gembira, semesta terasa tersakiti saat senja lupa akan semesta, pemilik senja yang sebenarnya, sedangkan jingga? Dia akan senang saat dekat dengan senja, karena saat senja berwarna jingga, ada keindahan yang tercipta, sampai senja pun lupa siapa pemiliknya yang sebenarnya.
Saat senja terhalang awan mendung, siapa yang setia menemani senja? Saat senja tertutup kabut, siapa yang berusaha memohon kepada matahari agar menerangkan senja? Siapa? Semua tahu jawabannya, tapi kenapa? Kenapa saat semesta berusaha dengan penuh untuk menjaga senja, saat itu senja malah begitu asik dengan jingga?
Senja, kau menghangatkan. Kini kau sedang bersinar indah bersama jingga, bersenang senanglah. Tapi saat keindahanmu menjadi kelabu, semesta yakin senja akan pulang, karena semesta adalah tempat senja pulang.
Senja berbahagialah bersamanya, jingga sang pengindah senja, semesta kan menunggu walau harus teracuhkan.
Kamis, 09 Maret 2017
Mungkin, ini bukan cinta? Ini hanya sesuatu yang mirip dengan cinta, tetapi bukan. Ini hanyalah keinginanku untuk mendapat suatu kejelasan mengenai perasaannya terhadapku. Dia memang pernah memberi tahu aku kalau dia adalah untukku, lalu benarkah itu? Bagaimana dengan diriku sendiri? Apakah hati ini juga benar untuknya?
Sial. Semua ini benar-benar membingungkan.
-tsana
Sial. Semua ini benar-benar membingungkan.
-tsana
Selasa, 28 Februari 2017
Terkadang tanpa sadar kamu jatuh hati pada orang yang merupakan cerminan dari dirimu sendiri.
Dia yang kamu sukai sama halnya yang juga menyukai orang lain, dan bukan kamu.
Menyebalkan memang.
Ketika semua 'demi' telah kamu berikan dan nyatanya tidak cukup mampu membuatnya untuk melihatmu.
Menyakitkan memang.
Ketika pada akhirnya dia justru memintamu untuk tidak menetap dan meninggalkannya sendiri.
Membingungkan memang.
Ketika kamu merasa terlalu bodoh untuk bertahan namun terlalu peduli untuk melepaskan.
Berpikir barangkali perasaan itu akan datang. Ya, mungkin satu minggu lagi, atau satu bulan kemudian? Atau barangkali setahun? Entahlah. Kamu tetap tidak tahu dan tidak akan pernah tahu.
Dia yang berubah menjadi orang asing, kamu tahu? Itu menyakitkan luar biasa.
Aku pikir lebih baik kehilanganmu secara utuh daripada tetap mampu melihatmu dan tidak bisa sehangat dulu.
Kamu tahu?
—B. M. Hapsari
Dia yang kamu sukai sama halnya yang juga menyukai orang lain, dan bukan kamu.
Menyebalkan memang.
Ketika semua 'demi' telah kamu berikan dan nyatanya tidak cukup mampu membuatnya untuk melihatmu.
Menyakitkan memang.
Ketika pada akhirnya dia justru memintamu untuk tidak menetap dan meninggalkannya sendiri.
Membingungkan memang.
Ketika kamu merasa terlalu bodoh untuk bertahan namun terlalu peduli untuk melepaskan.
Berpikir barangkali perasaan itu akan datang. Ya, mungkin satu minggu lagi, atau satu bulan kemudian? Atau barangkali setahun? Entahlah. Kamu tetap tidak tahu dan tidak akan pernah tahu.
Dia yang berubah menjadi orang asing, kamu tahu? Itu menyakitkan luar biasa.
Aku pikir lebih baik kehilanganmu secara utuh daripada tetap mampu melihatmu dan tidak bisa sehangat dulu.
Kamu tahu?
—B. M. Hapsari
Sabtu, 28 Januari 2017
Senin, 16 Januari 2017
Senin, 09 Januari 2017
Maaf
Munafik jika saya tidak berharap lebih
Saya berlari dibelakang kamu
Tapi kamu tidak pernah merasa letih
Sekedar ingin tahu seberapa jauh berlari saja tidak
Kamu tidak pernah melihat kebelakang
Sampai dimana kamu berhenti
Ternyata hanya untuk setenggak air saja
Bodohnya saya berharap
Sampai ternyata saya yang letih
Letih berlari tanpa ujung
Raga saya sudah tidak sanggup
Biarlah harapan yang mengikuti larian itu
Jadi saya berhenti disini
Menunggu dia yang seperti saya
Maaf karena saya menyerah...
-pour vous
Munafik jika saya tidak berharap lebih
Saya berlari dibelakang kamu
Tapi kamu tidak pernah merasa letih
Sekedar ingin tahu seberapa jauh berlari saja tidak
Kamu tidak pernah melihat kebelakang
Sampai dimana kamu berhenti
Ternyata hanya untuk setenggak air saja
Bodohnya saya berharap
Sampai ternyata saya yang letih
Letih berlari tanpa ujung
Raga saya sudah tidak sanggup
Biarlah harapan yang mengikuti larian itu
Jadi saya berhenti disini
Menunggu dia yang seperti saya
Maaf karena saya menyerah...
-pour vous
Kamis, 05 Januari 2017
Ini aku, pluto.
Dan dia matahari.
Matahari yang senantiasa menghangatkan bumi.
Senantiasa memberi cahaya semangatnya.
Tapi tidak dengan pluto.
Karna aku jauh, tak terjangkau matahari.
Bahkan aku tak lagi dianggap di bimasakti.
Aku kedinginan.
Jelas saja sang matahari memilih bumi
Dibandingkan dengan pluto, bumi jauh lebih indah.
Dibandingkan pluto, bumi jauh lebih cantik dengan matahari yang menghangatkan dan bulan yang menyinari di kegelapan.
Lantas pluto bisa apa?
Yang kecil, jauh, dan tak dianggap
Lantas pluto bisa apa?
Yang tak memiliki matahari yang menghangatkan dan bulan yang menyinari di kegelapan.
- Pluto.
Dan dia matahari.
Matahari yang senantiasa menghangatkan bumi.
Senantiasa memberi cahaya semangatnya.
Tapi tidak dengan pluto.
Karna aku jauh, tak terjangkau matahari.
Bahkan aku tak lagi dianggap di bimasakti.
Aku kedinginan.
Jelas saja sang matahari memilih bumi
Dibandingkan dengan pluto, bumi jauh lebih indah.
Dibandingkan pluto, bumi jauh lebih cantik dengan matahari yang menghangatkan dan bulan yang menyinari di kegelapan.
Lantas pluto bisa apa?
Yang kecil, jauh, dan tak dianggap
Lantas pluto bisa apa?
Yang tak memiliki matahari yang menghangatkan dan bulan yang menyinari di kegelapan.
- Pluto.
Ada waktu di dunia dimana kita perlu berhenti bertanya,
Apa?
Mengapa?
Bagaimana?
Seperti apa?
Seberapa?
Ada waktu di dunia, dimana kita perlu berpegang terhadap sesuatu yang tidak ada, yang menjadi ada karena kita.
Manusia tidak pernah puas dan akan selalu mencari jawaban. Untuk kedamaian, katanya.
Mereka tidak pernah sadar bahwa kedamaian hadir dalam diam yang sesungguhnya.
Mencari jawaban pada semesta adalah kebiasaan. Mencari pembenaran selalu menjadi pilihan.
Mencari tanpa henti,
lalu hilang dalam hutan yang dibesarkannya sendiri.
Harus kemana lagi?
Sampai pada cerita ketika otak lelah dan memutuskan untuk duduk sejenak. Menunggu adalah satu-satunya pilihan, pikirnya.
Dan pada hembusan napas kedua, sebuah tangan menepuk bahunya.
"Sudah cukup?" Hati berkata.
"Tunjukkan jalan pulang."
Otak pun menangis.
---------------
"Kamu paling dekat, namun paling tega. Kalau kamu punya jawabannya selama ini, mengapa diam saja?"
"Menunggumu untuk percaya."
- Adila Raifabri
Apa?
Mengapa?
Bagaimana?
Seperti apa?
Seberapa?
Ada waktu di dunia, dimana kita perlu berpegang terhadap sesuatu yang tidak ada, yang menjadi ada karena kita.
Manusia tidak pernah puas dan akan selalu mencari jawaban. Untuk kedamaian, katanya.
Mereka tidak pernah sadar bahwa kedamaian hadir dalam diam yang sesungguhnya.
Mencari jawaban pada semesta adalah kebiasaan. Mencari pembenaran selalu menjadi pilihan.
Mencari tanpa henti,
lalu hilang dalam hutan yang dibesarkannya sendiri.
Harus kemana lagi?
Sampai pada cerita ketika otak lelah dan memutuskan untuk duduk sejenak. Menunggu adalah satu-satunya pilihan, pikirnya.
Dan pada hembusan napas kedua, sebuah tangan menepuk bahunya.
"Sudah cukup?" Hati berkata.
"Tunjukkan jalan pulang."
Otak pun menangis.
---------------
"Kamu paling dekat, namun paling tega. Kalau kamu punya jawabannya selama ini, mengapa diam saja?"
"Menunggumu untuk percaya."
- Adila Raifabri
Minggu, 01 Januari 2017
Langganan:
Postingan (Atom)
HALOOO, INI AKU YANG BARU!
Kurang lebih 2 tahun aku gak mampir ke sini, bahkan aku lupa kalau punya blog😀 Banyakkk hal yang udah aku lewati, dari suka maupun duka. Ha...
-
Kamu dibawa terbang, tapi hanya dibiarkan jatuh ketika ia sudah bosan. Ia suka bermain denganmu, tapi hanya pada saat-saat tertentu.
-
kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah orang yang tak pernah menyatakan cinta kepadamu, karena takut kau berpaling dan memberi ...
-
"Lagi-lagi imajinasi menertawakanku karena selalu berhasil menemuimu. Sementara realita? Dalam realita kita berdua hanyalah dua orang y...
