Senin, 31 Oktober 2022

HALOOO, INI AKU YANG BARU!

Kurang lebih 2 tahun aku gak mampir ke sini, bahkan aku lupa kalau punya blog😀
Banyakkk hal yang udah aku lewati, dari suka maupun duka. Hal yang aku rasa ga akan bisa aku lewati, tapi nyatanya? Semua bisa selesai dengan baik, bahkan mungkin bisa dibilang sangat sangat sangatttttt baik.

Alhamdulillah, aku udah bisa nyelesain program pendidikan Diploma ku. Salah satu sekolah ikatan dinas dibawah naungan Kementerian besar di Indonesia, menjadi saksiii gimana nano nanonya aku ngelewatin masa - masa itu. Dengan modal "Natttt lo bisa lah, semuanya juga pernah ada di masa ini. Liat senior lo, keren kan bisa wisuda?" ga lupa pastinya doa orang tua yang selaluuuu minta ke Sang Pemilik Segalanya supaya dilancarkan semua urusan putrinya. 

Oh iya, aku ga pernah galau lagi tau........

Terakhir aku post di blog ini, Mei 2020. Aku cuma post itu karena aku gatau harus post apa. Udah capek galau kali ya? Hahaha enggaaaaa. 
Aku ga galau, karena ada yang selalu bisa bikin aku senenggggg. Walaupun aku kadang dibikin kesel sama dia, tapii kalau gaada dia aku mungkin gabisa kayak sekarang(?)
Dia salah satu "rekan" korps Bogor ku, yaaaa walaupun satu korps tapi rumah kita gabisa dibilang deket. Dia dateng di waktu yang tepat, dan rasa penasaran aku yang bikin aku bisa kontakan sama dia wkwkwkw. Aku udah mau 3 tahun sama dia, tahun - tahun selanjutnya aku juga maunya sama dia..... aamiin.
Sekarang aku sama dia udah mau kerja, lagi lagi alhamdulillah dia dapet penempatan di Jakarta Pusat. Terima kasih yaAllah...
Now, we're ready for the next journey. Kehidupan kampus yang menurutku sangatttttt luar biasa udah bisa kita lewatin, sekarang kita terjun ke dunia  yang sesungguhnya. Udah kali ya ceritanya, nanti pastiii aku balik lagj ke sini, soalnya udah inget kalau aku punya blog😛

 

Jumat, 08 Mei 2020

Udah lama gak ngepost disini, banyak banget yang mau aku ceritain sebenernya tapi gak tau mulainya dari mana...

Sabtu, 21 Oktober 2017

Aku tak pernah menyangka bahwa kata-kata bisa menyembuhkan sedikit luka. Sebelum mengenalmu, aku buntu. Aku tidak tau caranya menyembuhkan diriku sendiri. Aku tersesat. Aku selalu ingin mengakhiri namun tak juga kunjung mati. Namun, ketika aku mengenalmu ada sesuatu yang ku temukan.

Kata-kata. Aku menemukan kata-kata penyembuh lara dan luka. Sejenak, aku tidak lagi merasakan sepi juga duka. Aku belajar darimu bahwa luka juga harus dibagikan. Harus diceritakan agar kelak bisa disembuhkan. Aku hampir sembuh.

Tapi sayang, selain mengetahui fakta bahwa kata-katamu hampir menyembuhkan seluruh lukaku–Aku kehilanganmu dalam diam. Kau menghilang dalam senyap. Tanpa kata-kata.

Dan sekarang, kata-katamu berubah menjadi duka dan bukan lagi penyembuh luka.

                     — Akan
                         Bahaya
                         Kata
                         Kata
                   Your Pluto.

Kamis, 28 September 2017

Tidak semua kisah berakhir bahagia seperti yang ada dalam dongeng. Tidak semua kisah berakhir dengan satu ciuman, menandakan bahwa mereka akan hidup bahagia selamanya. Kisah cinta Romeo dan Juliet pun rasanya tidak sesederhana itu. Mungkin.

Katanya, jika tidak bahagia berarti itu belum akhir. Entahlah, sudah banyak aku menemu akhir tanpa bahagia di dalamnya. Lagi-lagi hanya luka, duka, sendu, nestapa nan kelabu yang muncul. Akhirnya, aku menyalahkan diri, akhirnya aku mengobati hati sendiri, lagi.

Seperti tak hingga, kelabu selalu datang menghampiri. Seperti tak hingga, luka itu tak ada habisnya, bersama sang waktu yang katanya menyembuhkan. Sesaat pula setelahnya, aku tersungkur lagi, mendapati jurang yang berarti sebuah jalan buntu. Menanti atau mati.

Ketika bangun di pagi hari, aku tidak pernah suka harus merasakan ada bagian dari diriku yang sudah lenyap. Aku merasakan suatu kejanggalan ketika membuka mata, aku merasa untuk bernafaspun terasa berat.

Hal ini sudah ku sampaikan berulang kali. Mungkin kamu tidak bisa mengakhiri ketika semua sedang indah, jika kita berakhir, jangan sesali mengapa tak sempat dari awal kamu meninggalkanku. Karena berulang kali pula kutanyakan, yakin betulkah dirimu untuk menjalani semua denganku? Jika jawabanmu masih iya, tolong jangan sakiti aku dengan alasan yang sama, alasan banyak orang di masa laluku.

Karena rasanya aku seperti mengulang-ulang. Meyakinkan, di yakinkan, di kecewakan, ditinggalkan, di benci, dan membenci. Selamatkan aku, atau cukup berhenti saja di sini, aku yang akhiri.

—wordhunter

Senin, 19 Juni 2017

Secangkir kopi hitam untuk mata yang tak sempat terpejam


Tanpa gula, agar ia terbiasa dengan pahitnya. 

Kamis, 15 Juni 2017

A person can  just be like a book. When you see the cover, you'll directly assume, its just another book with ugly story in it. Imagine, how many amazing stories you've missed?

And that's not what I did to him. I didn't like him at first, but as I read every pages, he suddenly become my favorite book. And I know, I always like sad stories because I can always relate to it.

So every single day, I keep reading every pages until I come to the ending, until he decided what to tell on the last pages. And it ends, tragically. That even, I, the girl who knows every story, could not stop him from ending his life.


— I tried,
Your Pluto.

Rabu, 14 Juni 2017

Tapi benarkan? kau berpura-pura bahwa kau tak tau perasaanku, lalu kau perkenalkan aku sebagai sahabat kepada teman-temanmu.

Tapi benarkan? awalnya kau hanya mencoba saja memberiku harapan layaknya bintang pun akan kau gapai untukku, lalu sebenarnya yang kau mau bukan aku.

Tapi benarkan? aku hanya tempatmu mengadu pilu dan kau datang saat kau sedang sendu.

Tapi ada yang lebih benar,


aku tau semua itu tapi aku juga berpura-pura tidak tau. Karna aku sudah tak bisa lepas darimu,

wahai 'sahabatku'.


— Your Pluto.

Kamis, 01 Juni 2017

"You didn't date her, but you told her how much you liked her. Whenever you saw her, you told her how pretty she looked and whenever you spent too long without her, you told her how much you missed her.

You didn't date her, but you texted her from the moment you opened your eyes until the moment they closed. You made her feel wanted with your words, you made her feel special by giving her large chunks of your time.

You didn't date her, but you shared your secrets with her. You told her things no one else knew about you. You treated her like she meant something. Like you actually cared about her, like you wanted to keep her in your life.

You didn't date her, but you gave her every reason to think that one day, you would date her. You made her believe it was only a matter of time until you two became a couple.

You didn't date her, but you still hurt her. And you should still take responsibility for what you've done.

It doesn't matter whether you were her official boyfriend or if you refused to give your relationship a title. You still led her on. You still broke her heart/

So when you start dating a new girl, don't act like she's crazy or clingy or obsessive. When she asks questions about why you've been acting so distant, don't blow them off and say something like, "It's none of your business, you're not my girlfriend, I can do whatever I want."

Technically, it's true. But at the same time, it's not. Because you let her get close to you. You let her fall in love with you.

No, you didn't date her, but you became emotionally attached to each other. You created a serious connection.

That's why she deserves an explanation. She deserves closure. She deserves to hear why you decided to leave, to move onto some other girl, instead of having you drop out of her life as if she never meant anything at all.

Because if you do that, she's going to question every moment she shared with you. She's going to look back and reinterpret all of your conversations, your looks, your body language.

She's going to think she's a complete idiot for ever believing you cared about her. She's going to assume she made everything up.

You might think it isn't your responsibility to answer her questions, because she isn't your girlfriend and she never was.

But, the thing is, you treated her like your girlfriend.

She's not psycho for feeling like you betrayed her. She's not crazy for wanting to know what went wrong, for wondering why you lost interest in her and found someone new.

She deserves to know."

Minggu, 28 Mei 2017

Masih sama, perihal melepaskan.
Tak ada yang berubah, meski semakin hari kamu semakin jauh untuk saya genggam.

Sungguh, saya tidak memintamu untuk mencintai saya—seperti saya mencintai kamu.
Tetapi, saya mohon—tolong lihat sedikit kebelakang.

Masih ada yang menantimu disini,
Masih ada yang menunggumu sampai saat ini.

Saya mengerjar mu, sedangkan kamu mengerjarnya.
Saya rela jatuh berkali-kali, sedangkan kamu rela jatuh untuknya.

Sekarang, saya harus melakukan apa?
Haruskah saya diam, sambil memendam semua rasa?
Iya?

Sungguh—saya mohon,
Ini sakit
Saya benar-benar tersiksa.

Saya mengakui, bahwa saya sudah terbiasa terluka—tetapi saya mohon, jangan menambah luka lagi yang membuat saya semakin merasa hampa akan kekosongan.

Bertahan denganmu, yang sedang memperjuangkannya sama sakitnya dengan melepaskanmu bahagia bersama dirinya.

Saya tidak naif,
Tapi memang itu kenyataannya.

Saya sakit melihatmu bersamanya.

—9445,
Saya Masih Disini. | phospeneus

Jumat, 26 Mei 2017

Can you imagine how does it feel? Doing the same thing in almost one year, without know the reason why i still keep doing that.

HALOOO, INI AKU YANG BARU!

Kurang lebih 2 tahun aku gak mampir ke sini, bahkan aku lupa kalau punya blog😀 Banyakkk hal yang udah aku lewati, dari suka maupun duka. Ha...