Kamis, 28 September 2017

Tidak semua kisah berakhir bahagia seperti yang ada dalam dongeng. Tidak semua kisah berakhir dengan satu ciuman, menandakan bahwa mereka akan hidup bahagia selamanya. Kisah cinta Romeo dan Juliet pun rasanya tidak sesederhana itu. Mungkin.

Katanya, jika tidak bahagia berarti itu belum akhir. Entahlah, sudah banyak aku menemu akhir tanpa bahagia di dalamnya. Lagi-lagi hanya luka, duka, sendu, nestapa nan kelabu yang muncul. Akhirnya, aku menyalahkan diri, akhirnya aku mengobati hati sendiri, lagi.

Seperti tak hingga, kelabu selalu datang menghampiri. Seperti tak hingga, luka itu tak ada habisnya, bersama sang waktu yang katanya menyembuhkan. Sesaat pula setelahnya, aku tersungkur lagi, mendapati jurang yang berarti sebuah jalan buntu. Menanti atau mati.

Ketika bangun di pagi hari, aku tidak pernah suka harus merasakan ada bagian dari diriku yang sudah lenyap. Aku merasakan suatu kejanggalan ketika membuka mata, aku merasa untuk bernafaspun terasa berat.

Hal ini sudah ku sampaikan berulang kali. Mungkin kamu tidak bisa mengakhiri ketika semua sedang indah, jika kita berakhir, jangan sesali mengapa tak sempat dari awal kamu meninggalkanku. Karena berulang kali pula kutanyakan, yakin betulkah dirimu untuk menjalani semua denganku? Jika jawabanmu masih iya, tolong jangan sakiti aku dengan alasan yang sama, alasan banyak orang di masa laluku.

Karena rasanya aku seperti mengulang-ulang. Meyakinkan, di yakinkan, di kecewakan, ditinggalkan, di benci, dan membenci. Selamatkan aku, atau cukup berhenti saja di sini, aku yang akhiri.

—wordhunter

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HALOOO, INI AKU YANG BARU!

Kurang lebih 2 tahun aku gak mampir ke sini, bahkan aku lupa kalau punya blog😀 Banyakkk hal yang udah aku lewati, dari suka maupun duka. Ha...