Perasaanku untukmu seperti matahari yang tertutup awan mendung tetapi cahayanya masih kelihatan, walaupun berusaha menutupinya, walaupun terlihat tidak ada, tapi akan tetap disitu.
-Tsana
Kamis, 29 Desember 2016
Kamis, 22 Desember 2016
“I don’t know how to describe it,” she sighs.
“It’s like he’s mine, but he’s not. He tells me that he cares, but he doesn’t always show it. He calls me his girl one day, and the next he ignores me.”
She shakes her head and smiles in disbelief.
“And I just feel so stupid. I love him, but I think that I’m just some fun to him. Yet I have this crazy hope that he could love me, and I keep holding on to that. So how do I stop? How do I stop loving someone who doesn’t deserve it?”
— how do I stop loving someone who doesn’t deserve it?
written by storyiwillneverwrite.
“It’s like he’s mine, but he’s not. He tells me that he cares, but he doesn’t always show it. He calls me his girl one day, and the next he ignores me.”
She shakes her head and smiles in disbelief.
“And I just feel so stupid. I love him, but I think that I’m just some fun to him. Yet I have this crazy hope that he could love me, and I keep holding on to that. So how do I stop? How do I stop loving someone who doesn’t deserve it?”
— how do I stop loving someone who doesn’t deserve it?
written by storyiwillneverwrite.
Kamis, 15 Desember 2016
Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Aku bahkan tidak bisa memercayai diriku sendiri. Aku jatuh hati pada seseorang yang sudah membiarkan hatinya diikat oleh orang lain.
Apakah perasaan ini salah? Adakah cinta yang tumbuh atas kesalahan? Atau, memang keadaan yang membuat semua ini menjadi salah. Lalu, kenapa ada cinta seperti ini? Pada saat kita bahagia, sementara ada seseorang yang belum kau selesaikan kisahmu dengannya. Apa semua ini benar-benar membuat kita bahagia?
Apakah perasaan ini salah? Adakah cinta yang tumbuh atas kesalahan? Atau, memang keadaan yang membuat semua ini menjadi salah. Lalu, kenapa ada cinta seperti ini? Pada saat kita bahagia, sementara ada seseorang yang belum kau selesaikan kisahmu dengannya. Apa semua ini benar-benar membuat kita bahagia?
Aku juga tidak pernah meminta perasaan seperti ini. Tidak pernah berdoa pada Tuhan agar perasaan ini tumbuh padaku. Dia datang begitu saja. Mengalir bersama keseharian kita. Tanpa sadar aku mulai berharap lebih pada kedekatan ini. Aku rindu melihat tawamu yang gurih. Aku rindu semua hal yang selalu kau bagi padaku. Bukankah selama ini kita sudah bersama sejak lama. Lalu, bila akhirnya perasaan itu tumbuh. Seharusnya itu adalah hal yang wajar saja. Namun, kenapa kau seolah menghindarinya?
Kalau kau benar-benar tidak berharap yang sama dengan apa yang aku rasa. Katakan sajalah. Ungkapkan apa yang kau rasakan. Jangan menjadikan perasaanku sebagai bahan gurauan. Kau harus tau. Aku akan belajar lagi menjadi orang yang kau jadikan tempat bercerita. Namun, mengertilah. Jangan menggantung apa yang aku rasakan. Jika tidak katakan tidak. Jika iya, jangan tertawa jika kau telah mengetahui apa yang aku rasa. Sungguh, aku hanya ingin kau tau. Cinta bisa jatuh kepada siapa saja, bahkan teman dekat. Dia yang tidak pernah kau duga akan kau cinta.
Kalau kau benar-benar tidak berharap yang sama dengan apa yang aku rasa. Katakan sajalah. Ungkapkan apa yang kau rasakan. Jangan menjadikan perasaanku sebagai bahan gurauan. Kau harus tau. Aku akan belajar lagi menjadi orang yang kau jadikan tempat bercerita. Namun, mengertilah. Jangan menggantung apa yang aku rasakan. Jika tidak katakan tidak. Jika iya, jangan tertawa jika kau telah mengetahui apa yang aku rasa. Sungguh, aku hanya ingin kau tau. Cinta bisa jatuh kepada siapa saja, bahkan teman dekat. Dia yang tidak pernah kau duga akan kau cinta.
Ironi Silogisme
Karya: atyampela
Dear, kamu.
Aku... bingung harus memulainya darimana. Aku tak bisa menuliskan banyak hal tentang kita karena tak ada satu kata pun yang mampu untuk mendeskripsikan hubungan kita. Bukan karena terlalu banyak kenangan, tetapi karena aku bahkan tak tahu jenis hubungan apa yang terjadi diantara kita. Bukan karena aku tak ingin mengungkapkannya, tapi karena aku tak bisa.
Apa kau ingin tahu kenapa perasaan ini tak pernah ku lisankan? Biar aku menjelaskannya lewat silogisme.
Kau tahu apa itu silogisme? Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dalam penerapannya, ada tiga jenis silogisme, yaitu:
1. Silogisme kategoris
2. Silogisme hipotesis
3. Silogisme alternatif
Baiklah, langsung saja aku akan menyisipkan fakta yang selama ini menjadi alasanku memilih untuk menyembunyikan perasaan ini lewat silogisme.
1. Silogisme kategoris
Premis 1 = Makhluk hidup diciptakan Tuhan berpasang-pasangan.
Premis 2 = Aku dan kamu adalah makhluk hidup.
Kesimpulan = Aku dan kamu diciptakan berpasangan.
Tetapi pada kenyataannya kita tidak berpasangan, jadi mari kita lanjutkan ke silogisme berikutnya
2. Silogisme hipotesis
Premis 1 = Jika aku bukan siapa-siapamu, dia berhak untuk memilikimu.
Premis 2 = aku bukan siapa-siapamu.
Kesimpulan = Maka, dia berhak untuk memilikimu.
Terakhir, biar satu silogisme lagi yang menjelaskannya semuanya.
3. Silogisme alternatif
Premis 1 = Kamu mempunyai pilihan untuk memilih dia atau diriku.
Premis 2 = Kamu memilih dia.
Kesimpulan = Kamu tidak memilihku.
Ya, begitulah faktanya mengapa rasa ini memilih untuk bersembunyi, karena realita yang terjadi sungguh menyayat hati.
Sincerely,
Your undiscovered girl.
Karya: atyampela
Dear, kamu.
Aku... bingung harus memulainya darimana. Aku tak bisa menuliskan banyak hal tentang kita karena tak ada satu kata pun yang mampu untuk mendeskripsikan hubungan kita. Bukan karena terlalu banyak kenangan, tetapi karena aku bahkan tak tahu jenis hubungan apa yang terjadi diantara kita. Bukan karena aku tak ingin mengungkapkannya, tapi karena aku tak bisa.
Apa kau ingin tahu kenapa perasaan ini tak pernah ku lisankan? Biar aku menjelaskannya lewat silogisme.
Kau tahu apa itu silogisme? Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dalam penerapannya, ada tiga jenis silogisme, yaitu:
1. Silogisme kategoris
2. Silogisme hipotesis
3. Silogisme alternatif
Baiklah, langsung saja aku akan menyisipkan fakta yang selama ini menjadi alasanku memilih untuk menyembunyikan perasaan ini lewat silogisme.
1. Silogisme kategoris
Premis 1 = Makhluk hidup diciptakan Tuhan berpasang-pasangan.
Premis 2 = Aku dan kamu adalah makhluk hidup.
Kesimpulan = Aku dan kamu diciptakan berpasangan.
Tetapi pada kenyataannya kita tidak berpasangan, jadi mari kita lanjutkan ke silogisme berikutnya
2. Silogisme hipotesis
Premis 1 = Jika aku bukan siapa-siapamu, dia berhak untuk memilikimu.
Premis 2 = aku bukan siapa-siapamu.
Kesimpulan = Maka, dia berhak untuk memilikimu.
Terakhir, biar satu silogisme lagi yang menjelaskannya semuanya.
3. Silogisme alternatif
Premis 1 = Kamu mempunyai pilihan untuk memilih dia atau diriku.
Premis 2 = Kamu memilih dia.
Kesimpulan = Kamu tidak memilihku.
Ya, begitulah faktanya mengapa rasa ini memilih untuk bersembunyi, karena realita yang terjadi sungguh menyayat hati.
Sincerely,
Your undiscovered girl.
Sabtu, 18 Juni 2016
Senin, 06 Juni 2016
Rabu, 25 Mei 2016
Senin, 09 Mei 2016
Jumat, 06 Mei 2016
Kamis, 05 Mei 2016
Pernahkah kalian merasa sudah lelah berjuang tapi maunya hati masih terus bertahan? Aku sedang merasakannya saat ini.
Sugesti otakku menyuruhku untuk berhenti memperjuangkan, tapi gejolak hatiku melarangnya. Ia terus memintaku bertahan, padahal luka disana sudah semakin meradang.
Pernahkah kalian tetap memberi kesempatan lagi, lagi, dan lagi, pada seseorang yang telah lagi dan lagi menghilangkan rasa kepercayaan? Satu kali, dimaklumkan. Dua kali, dimaafkan. Tapi untuk yang ketiga kali, apa masih perlu ditoleransi?
Apasih yang sebenarnya aku harapkan? Akhir yang bahagia? Tidak akan mungkin. Karena yang bahagia itu pasti tidak akan berakhir.
Lalu apa? Cinta?
Aku memang mencintai dia. Cinta yang selama ini aku nikmati sendiri. Mencintai dia yang masih belum terganti.
Yang aku tau, aku hanya jatuh cinta pada lelaki yang aku benci. Lelaki yang pernah meninggalkanku, lalu datang dan melupakanku.
Apakah mungkin suatu saat dia akan mencintaiku? Maksudku, cinta yang sebenarnya. Bukan cinta yang selalu menyakiti. Bukan cinta yang selalu mengabaikan. Bukan cinta yang malah mengkhianati.
Itu jelas bukan cinta.
Aku sudah terbiasa. Hatiku sudah tak lagi berasa. Kebal saking seringnya tersakiti olehnya. Kosong saking lamanya diabaikan olehnya.
Kupikir setelah dia datang lagi ke dalam hidupku, semua akan kembali seperti dulu. Nyatanya, semua yang terjadi tidak akan mungkin terulang lagi. Yang pergi tidak akan kembali lagi.
Meskipun kembali, sudah tidak akan seperti dulu lagi.
Lalu untuk kali ini, bagaimana menurutmu? Apa aku masih harus membiarkan pengharapan itu berada dihatiku? Apa aku masih bisa menyerahkan hidupku pada takdir dan menanti kejaiban akan segera datang?
Sugesti otakku menyuruhku untuk berhenti memperjuangkan, tapi gejolak hatiku melarangnya. Ia terus memintaku bertahan, padahal luka disana sudah semakin meradang.
Pernahkah kalian tetap memberi kesempatan lagi, lagi, dan lagi, pada seseorang yang telah lagi dan lagi menghilangkan rasa kepercayaan? Satu kali, dimaklumkan. Dua kali, dimaafkan. Tapi untuk yang ketiga kali, apa masih perlu ditoleransi?
Apasih yang sebenarnya aku harapkan? Akhir yang bahagia? Tidak akan mungkin. Karena yang bahagia itu pasti tidak akan berakhir.
Lalu apa? Cinta?
Aku memang mencintai dia. Cinta yang selama ini aku nikmati sendiri. Mencintai dia yang masih belum terganti.
Yang aku tau, aku hanya jatuh cinta pada lelaki yang aku benci. Lelaki yang pernah meninggalkanku, lalu datang dan melupakanku.
Apakah mungkin suatu saat dia akan mencintaiku? Maksudku, cinta yang sebenarnya. Bukan cinta yang selalu menyakiti. Bukan cinta yang selalu mengabaikan. Bukan cinta yang malah mengkhianati.
Itu jelas bukan cinta.
Aku sudah terbiasa. Hatiku sudah tak lagi berasa. Kebal saking seringnya tersakiti olehnya. Kosong saking lamanya diabaikan olehnya.
Kupikir setelah dia datang lagi ke dalam hidupku, semua akan kembali seperti dulu. Nyatanya, semua yang terjadi tidak akan mungkin terulang lagi. Yang pergi tidak akan kembali lagi.
Meskipun kembali, sudah tidak akan seperti dulu lagi.
Lalu untuk kali ini, bagaimana menurutmu? Apa aku masih harus membiarkan pengharapan itu berada dihatiku? Apa aku masih bisa menyerahkan hidupku pada takdir dan menanti kejaiban akan segera datang?
-Annoying Boy
Jumat, 29 April 2016
Kamis, 28 April 2016
"Sederhana. Kau datang begitu saja. Mengikis jarak dengan senyum yang kau panah tepat di rongga dada. Mudah sekali memperdaya hati. Lalu kemudian memutuskan pergi, tak tahu diri bagai menyakiti bukan hal yang perlu disesali."
-Kau harus tahu, bangkit dari jatuh tidak pernah sesederhana yang kau kira.
Cr: tumblr.com
-Kau harus tahu, bangkit dari jatuh tidak pernah sesederhana yang kau kira.
Cr: tumblr.com
Selasa, 19 April 2016
Senin, 04 April 2016
Senin, 28 Maret 2016
She looks so happy, right? Telling jokes, smiling, and... dying inside. She's hurt and tired. But, she doesn't want to look weak. So she keeps it all inside. Acts like everything's perfect but cries at night. So everybody thinks that she's the happiest person they know. If only they knew the truth...
Langganan:
Postingan (Atom)
HALOOO, INI AKU YANG BARU!
Kurang lebih 2 tahun aku gak mampir ke sini, bahkan aku lupa kalau punya blog😀 Banyakkk hal yang udah aku lewati, dari suka maupun duka. Ha...
-
Kamu dibawa terbang, tapi hanya dibiarkan jatuh ketika ia sudah bosan. Ia suka bermain denganmu, tapi hanya pada saat-saat tertentu.
-
kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah orang yang tak pernah menyatakan cinta kepadamu, karena takut kau berpaling dan memberi ...
-
"Lagi-lagi imajinasi menertawakanku karena selalu berhasil menemuimu. Sementara realita? Dalam realita kita berdua hanyalah dua orang y...