"I'm stuck forever crushing, but you don't have a clue.
I wish my heart would just let go, but it always chooses you."
-Taylor LN
Rabu, 25 Mei 2016
Senin, 09 Mei 2016
Jumat, 06 Mei 2016
Kamis, 05 Mei 2016
Pernahkah kalian merasa sudah lelah berjuang tapi maunya hati masih terus bertahan? Aku sedang merasakannya saat ini.
Sugesti otakku menyuruhku untuk berhenti memperjuangkan, tapi gejolak hatiku melarangnya. Ia terus memintaku bertahan, padahal luka disana sudah semakin meradang.
Pernahkah kalian tetap memberi kesempatan lagi, lagi, dan lagi, pada seseorang yang telah lagi dan lagi menghilangkan rasa kepercayaan? Satu kali, dimaklumkan. Dua kali, dimaafkan. Tapi untuk yang ketiga kali, apa masih perlu ditoleransi?
Apasih yang sebenarnya aku harapkan? Akhir yang bahagia? Tidak akan mungkin. Karena yang bahagia itu pasti tidak akan berakhir.
Lalu apa? Cinta?
Aku memang mencintai dia. Cinta yang selama ini aku nikmati sendiri. Mencintai dia yang masih belum terganti.
Yang aku tau, aku hanya jatuh cinta pada lelaki yang aku benci. Lelaki yang pernah meninggalkanku, lalu datang dan melupakanku.
Apakah mungkin suatu saat dia akan mencintaiku? Maksudku, cinta yang sebenarnya. Bukan cinta yang selalu menyakiti. Bukan cinta yang selalu mengabaikan. Bukan cinta yang malah mengkhianati.
Itu jelas bukan cinta.
Aku sudah terbiasa. Hatiku sudah tak lagi berasa. Kebal saking seringnya tersakiti olehnya. Kosong saking lamanya diabaikan olehnya.
Kupikir setelah dia datang lagi ke dalam hidupku, semua akan kembali seperti dulu. Nyatanya, semua yang terjadi tidak akan mungkin terulang lagi. Yang pergi tidak akan kembali lagi.
Meskipun kembali, sudah tidak akan seperti dulu lagi.
Lalu untuk kali ini, bagaimana menurutmu? Apa aku masih harus membiarkan pengharapan itu berada dihatiku? Apa aku masih bisa menyerahkan hidupku pada takdir dan menanti kejaiban akan segera datang?
Sugesti otakku menyuruhku untuk berhenti memperjuangkan, tapi gejolak hatiku melarangnya. Ia terus memintaku bertahan, padahal luka disana sudah semakin meradang.
Pernahkah kalian tetap memberi kesempatan lagi, lagi, dan lagi, pada seseorang yang telah lagi dan lagi menghilangkan rasa kepercayaan? Satu kali, dimaklumkan. Dua kali, dimaafkan. Tapi untuk yang ketiga kali, apa masih perlu ditoleransi?
Apasih yang sebenarnya aku harapkan? Akhir yang bahagia? Tidak akan mungkin. Karena yang bahagia itu pasti tidak akan berakhir.
Lalu apa? Cinta?
Aku memang mencintai dia. Cinta yang selama ini aku nikmati sendiri. Mencintai dia yang masih belum terganti.
Yang aku tau, aku hanya jatuh cinta pada lelaki yang aku benci. Lelaki yang pernah meninggalkanku, lalu datang dan melupakanku.
Apakah mungkin suatu saat dia akan mencintaiku? Maksudku, cinta yang sebenarnya. Bukan cinta yang selalu menyakiti. Bukan cinta yang selalu mengabaikan. Bukan cinta yang malah mengkhianati.
Itu jelas bukan cinta.
Aku sudah terbiasa. Hatiku sudah tak lagi berasa. Kebal saking seringnya tersakiti olehnya. Kosong saking lamanya diabaikan olehnya.
Kupikir setelah dia datang lagi ke dalam hidupku, semua akan kembali seperti dulu. Nyatanya, semua yang terjadi tidak akan mungkin terulang lagi. Yang pergi tidak akan kembali lagi.
Meskipun kembali, sudah tidak akan seperti dulu lagi.
Lalu untuk kali ini, bagaimana menurutmu? Apa aku masih harus membiarkan pengharapan itu berada dihatiku? Apa aku masih bisa menyerahkan hidupku pada takdir dan menanti kejaiban akan segera datang?
-Annoying Boy
Langganan:
Postingan (Atom)
HALOOO, INI AKU YANG BARU!
Kurang lebih 2 tahun aku gak mampir ke sini, bahkan aku lupa kalau punya blog😀 Banyakkk hal yang udah aku lewati, dari suka maupun duka. Ha...
-
Kamu dibawa terbang, tapi hanya dibiarkan jatuh ketika ia sudah bosan. Ia suka bermain denganmu, tapi hanya pada saat-saat tertentu.
-
kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah orang yang tak pernah menyatakan cinta kepadamu, karena takut kau berpaling dan memberi ...
-
"Lagi-lagi imajinasi menertawakanku karena selalu berhasil menemuimu. Sementara realita? Dalam realita kita berdua hanyalah dua orang y...