Ada waktu di dunia dimana kita perlu berhenti bertanya,
Apa?
Mengapa?
Bagaimana?
Seperti apa?
Seberapa?
Ada waktu di dunia, dimana kita perlu berpegang terhadap sesuatu yang tidak ada, yang menjadi ada karena kita.
Manusia tidak pernah puas dan akan selalu mencari jawaban. Untuk kedamaian, katanya.
Mereka tidak pernah sadar bahwa kedamaian hadir dalam diam yang sesungguhnya.
Mencari jawaban pada semesta adalah kebiasaan. Mencari pembenaran selalu menjadi pilihan.
Mencari tanpa henti,
lalu hilang dalam hutan yang dibesarkannya sendiri.
Harus kemana lagi?
Sampai pada cerita ketika otak lelah dan memutuskan untuk duduk sejenak. Menunggu adalah satu-satunya pilihan, pikirnya.
Dan pada hembusan napas kedua, sebuah tangan menepuk bahunya.
"Sudah cukup?" Hati berkata.
"Tunjukkan jalan pulang."
Otak pun menangis.
---------------
"Kamu paling dekat, namun paling tega. Kalau kamu punya jawabannya selama ini, mengapa diam saja?"
"Menunggumu untuk percaya."
- Adila Raifabri
Kamis, 05 Januari 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
HALOOO, INI AKU YANG BARU!
Kurang lebih 2 tahun aku gak mampir ke sini, bahkan aku lupa kalau punya blog😀 Banyakkk hal yang udah aku lewati, dari suka maupun duka. Ha...
-
Kamu dibawa terbang, tapi hanya dibiarkan jatuh ketika ia sudah bosan. Ia suka bermain denganmu, tapi hanya pada saat-saat tertentu.
-
kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah orang yang tak pernah menyatakan cinta kepadamu, karena takut kau berpaling dan memberi ...
-
"Lagi-lagi imajinasi menertawakanku karena selalu berhasil menemuimu. Sementara realita? Dalam realita kita berdua hanyalah dua orang y...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar