"Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi dengan cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu. Ketidak-beranianku mengikatmu memberi ruang bagi orang asing mendekatimu.
Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sedia kala. Kamu dengan seseorang yang memilihmu. Aku dengan hati baru yang mencoba tumbuh di hidupku. Kuberikan hatiku pada seseorang yang lain. Kubiarkan dia menggantikanmu. Namun, aku keliru. Melupakanmu ternyata tidak pernah semudah itu."
— boycandra
Jumat, 24 Maret 2017
Kamis, 23 Maret 2017
Selasa, 21 Maret 2017
Minggu, 19 Maret 2017
Untuk matahari terbenam,
tolong ikut sertakan perasaanku yang sudah tidak berbentuk lagi, ajak ia pergi terbenam bersamamu. Atau boleh juga buang saja ke laut, pokoknya singkirkan perasaan ini jauh-jauh. Aku hanya ingin memiliki hari-hari yang baru, hari yang tidak ada kesepakatan untuk berkaitan dengan hari kemarin. Aku mohon mentari... tolong aku.
Dariku,
yang hatinya retak.
tolong ikut sertakan perasaanku yang sudah tidak berbentuk lagi, ajak ia pergi terbenam bersamamu. Atau boleh juga buang saja ke laut, pokoknya singkirkan perasaan ini jauh-jauh. Aku hanya ingin memiliki hari-hari yang baru, hari yang tidak ada kesepakatan untuk berkaitan dengan hari kemarin. Aku mohon mentari... tolong aku.
Dariku,
yang hatinya retak.
Sabtu, 18 Maret 2017
Di dunia ini ada dua hal yang paling tulus, yaitu kopi dan embun ketika waktu subuh.
Kopi, hal yang paling apa adanya di muka bumi. Dia pahit, hitam, tetapi dia tidak memaksa kita untuk bisa menyukainya. Dia adalah kopi, seberapa pun gula yang kamu berikan, pahitnya tidak hilang. Karena dia tidak ingin merealisasikan angan-angan yang manis tetapi tidak pernah kejadian.
Embun, tidak punya warna tapi dia tetap bertahan. Walaupun diusir matahari setiap pagi, ia tetap kembali di keesokan hari, dan hari-hari berikutnya.
-tsana.
Kopi, hal yang paling apa adanya di muka bumi. Dia pahit, hitam, tetapi dia tidak memaksa kita untuk bisa menyukainya. Dia adalah kopi, seberapa pun gula yang kamu berikan, pahitnya tidak hilang. Karena dia tidak ingin merealisasikan angan-angan yang manis tetapi tidak pernah kejadian.
Embun, tidak punya warna tapi dia tetap bertahan. Walaupun diusir matahari setiap pagi, ia tetap kembali di keesokan hari, dan hari-hari berikutnya.
-tsana.
Senin, 13 Maret 2017
Minggu, 12 Maret 2017
Semesta, senja, dan jingga
Tak selamanya senja milik jingga, karena ada kalanya senja itu kelabu. Jadi siapa pemilik senja itu? Pemillik senja adalah semesta, karena saat senja menjadi jingga atau kelabu, semesta selalu setia menemaninya.
Sama seperti kita, aku adalah semesta, kau adalah senja yang menghangatkan, dan dia adalah jingga yang terkadang mengindahkan mu.
Jenuh, lima huruf yang penuh dengan kebingungan, kamu tahu? Saat jenuh datang, kan ada yang tersakiti dan ada yang tersenyum gembira, semesta terasa tersakiti saat senja lupa akan semesta, pemilik senja yang sebenarnya, sedangkan jingga? Dia akan senang saat dekat dengan senja, karena saat senja berwarna jingga, ada keindahan yang tercipta, sampai senja pun lupa siapa pemiliknya yang sebenarnya.
Saat senja terhalang awan mendung, siapa yang setia menemani senja? Saat senja tertutup kabut, siapa yang berusaha memohon kepada matahari agar menerangkan senja? Siapa? Semua tahu jawabannya, tapi kenapa? Kenapa saat semesta berusaha dengan penuh untuk menjaga senja, saat itu senja malah begitu asik dengan jingga?
Senja, kau menghangatkan. Kini kau sedang bersinar indah bersama jingga, bersenang senanglah. Tapi saat keindahanmu menjadi kelabu, semesta yakin senja akan pulang, karena semesta adalah tempat senja pulang.
Senja berbahagialah bersamanya, jingga sang pengindah senja, semesta kan menunggu walau harus teracuhkan.
Tak selamanya senja milik jingga, karena ada kalanya senja itu kelabu. Jadi siapa pemilik senja itu? Pemillik senja adalah semesta, karena saat senja menjadi jingga atau kelabu, semesta selalu setia menemaninya.
Sama seperti kita, aku adalah semesta, kau adalah senja yang menghangatkan, dan dia adalah jingga yang terkadang mengindahkan mu.
Jenuh, lima huruf yang penuh dengan kebingungan, kamu tahu? Saat jenuh datang, kan ada yang tersakiti dan ada yang tersenyum gembira, semesta terasa tersakiti saat senja lupa akan semesta, pemilik senja yang sebenarnya, sedangkan jingga? Dia akan senang saat dekat dengan senja, karena saat senja berwarna jingga, ada keindahan yang tercipta, sampai senja pun lupa siapa pemiliknya yang sebenarnya.
Saat senja terhalang awan mendung, siapa yang setia menemani senja? Saat senja tertutup kabut, siapa yang berusaha memohon kepada matahari agar menerangkan senja? Siapa? Semua tahu jawabannya, tapi kenapa? Kenapa saat semesta berusaha dengan penuh untuk menjaga senja, saat itu senja malah begitu asik dengan jingga?
Senja, kau menghangatkan. Kini kau sedang bersinar indah bersama jingga, bersenang senanglah. Tapi saat keindahanmu menjadi kelabu, semesta yakin senja akan pulang, karena semesta adalah tempat senja pulang.
Senja berbahagialah bersamanya, jingga sang pengindah senja, semesta kan menunggu walau harus teracuhkan.
Kamis, 09 Maret 2017
Mungkin, ini bukan cinta? Ini hanya sesuatu yang mirip dengan cinta, tetapi bukan. Ini hanyalah keinginanku untuk mendapat suatu kejelasan mengenai perasaannya terhadapku. Dia memang pernah memberi tahu aku kalau dia adalah untukku, lalu benarkah itu? Bagaimana dengan diriku sendiri? Apakah hati ini juga benar untuknya?
Sial. Semua ini benar-benar membingungkan.
-tsana
Sial. Semua ini benar-benar membingungkan.
-tsana
Langganan:
Postingan (Atom)
HALOOO, INI AKU YANG BARU!
Kurang lebih 2 tahun aku gak mampir ke sini, bahkan aku lupa kalau punya blog😀 Banyakkk hal yang udah aku lewati, dari suka maupun duka. Ha...
-
Kamu dibawa terbang, tapi hanya dibiarkan jatuh ketika ia sudah bosan. Ia suka bermain denganmu, tapi hanya pada saat-saat tertentu.
-
kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah orang yang tak pernah menyatakan cinta kepadamu, karena takut kau berpaling dan memberi ...
-
"Lagi-lagi imajinasi menertawakanku karena selalu berhasil menemuimu. Sementara realita? Dalam realita kita berdua hanyalah dua orang y...