Sabtu, 28 Januari 2017

"Selamat pagi. Sang suryamu telah kembali. Dan aku si lampu redup akan kau matikan lagi."

-Aku, si lampu redup, yang hanya kau butuhkan kala mataharimu pergi-

Senin, 16 Januari 2017

"Aku ngga bakal lepasin kamu kaya yang dia lakuin. Tapi satu hal yang mengecewakan, kamu mengharapkan dia, bukan aku." 

-I Wuf You [Wulan Fadi]

Senin, 09 Januari 2017

Maaf

Munafik jika saya tidak berharap lebih
Saya berlari dibelakang kamu

Tapi kamu tidak pernah merasa letih
Sekedar ingin tahu seberapa jauh berlari saja tidak

Kamu tidak pernah melihat kebelakang
Sampai dimana kamu berhenti

Ternyata hanya untuk setenggak air saja
Bodohnya saya berharap

Sampai ternyata saya yang letih
Letih berlari tanpa ujung

Raga saya sudah tidak sanggup
Biarlah harapan yang mengikuti larian itu
Jadi saya berhenti disini
Menunggu dia yang seperti saya
Maaf karena saya menyerah...

-pour vous

Kamis, 05 Januari 2017

Ini aku, pluto.
Dan dia matahari.

Matahari yang senantiasa menghangatkan bumi.
Senantiasa memberi cahaya semangatnya.

Tapi tidak dengan pluto.
Karna aku jauh, tak terjangkau matahari.
Bahkan aku tak lagi dianggap di bimasakti.
Aku kedinginan.

Jelas saja sang matahari memilih bumi
Dibandingkan dengan pluto, bumi jauh lebih indah.
Dibandingkan pluto, bumi jauh lebih cantik dengan matahari yang menghangatkan dan bulan yang menyinari di kegelapan.

Lantas pluto bisa apa?
Yang kecil, jauh, dan tak dianggap

Lantas pluto bisa apa?
Yang tak memiliki matahari yang menghangatkan dan bulan yang menyinari di kegelapan.


- Pluto.
Ada waktu di dunia dimana kita perlu berhenti bertanya,
Apa?
Mengapa?
Bagaimana?
Seperti apa?
Seberapa?

Ada waktu di dunia, dimana kita perlu berpegang terhadap sesuatu yang tidak ada, yang menjadi ada karena kita.

Manusia tidak pernah puas dan akan selalu mencari jawaban. Untuk kedamaian, katanya.

Mereka tidak pernah sadar bahwa kedamaian hadir dalam diam yang sesungguhnya.

Mencari jawaban pada semesta adalah kebiasaan. Mencari pembenaran selalu menjadi pilihan.

Mencari tanpa henti,
lalu hilang dalam hutan yang dibesarkannya sendiri.
Harus kemana lagi?

Sampai pada cerita ketika otak lelah dan memutuskan untuk duduk sejenak. Menunggu adalah satu-satunya pilihan, pikirnya.

Dan pada hembusan napas kedua, sebuah tangan menepuk bahunya.

"Sudah cukup?" Hati berkata.

"Tunjukkan jalan pulang."

Otak pun menangis.

---------------

"Kamu paling dekat, namun paling tega. Kalau kamu punya jawabannya selama ini, mengapa diam saja?"

"Menunggumu untuk percaya."



- Adila Raifabri
Mengagumi dalam diam memang menyenangkan. Perasaan berlomba minta didahulukan. Kamu, unik dan mengagumkan. Aku cinta kamu, boleh kan?

-Kikoy Barry
Meski menolak ratusan kali, hatimu terlanjur jatuh. Tepat di saat kau belum sadar telah jatuh, dia bersama yang lain.

-ST [6]- Teach Me About Love

Minggu, 01 Januari 2017

"Lagi-lagi imajinasi menertawakanku karena selalu berhasil menemuimu. Sementara realita? Dalam realita kita berdua hanyalah dua orang yang berlari. Aku sibuk mengejarmu, kau sibuk menghindariku. Oh, tenang. Aku tidak lelah. Justru, aku menikmati prosesnya."

— Garis Waktu, Fiersa Besari

HALOOO, INI AKU YANG BARU!

Kurang lebih 2 tahun aku gak mampir ke sini, bahkan aku lupa kalau punya blog😀 Banyakkk hal yang udah aku lewati, dari suka maupun duka. Ha...