Kamis, 15 Desember 2016

Ironi Silogisme
Karya: atyampela

Dear, kamu.

Aku... bingung harus memulainya darimana. Aku tak bisa menuliskan banyak hal tentang kita karena tak ada satu kata pun yang mampu untuk mendeskripsikan hubungan kita. Bukan karena terlalu banyak kenangan, tetapi karena aku bahkan tak tahu jenis hubungan apa yang terjadi diantara kita. Bukan karena aku tak ingin mengungkapkannya, tapi karena aku tak bisa.

Apa kau ingin tahu kenapa perasaan ini tak pernah ku lisankan? Biar aku menjelaskannya lewat silogisme.

Kau tahu apa itu silogisme? Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dalam penerapannya, ada tiga jenis silogisme, yaitu:
1. Silogisme kategoris
2. Silogisme hipotesis
3. Silogisme alternatif

Baiklah, langsung saja aku akan menyisipkan fakta yang selama ini menjadi alasanku memilih untuk menyembunyikan perasaan ini lewat silogisme.

1. Silogisme kategoris

Premis 1 = Makhluk hidup diciptakan Tuhan berpasang-pasangan.
Premis 2 = Aku dan kamu adalah makhluk hidup.
Kesimpulan = Aku dan kamu diciptakan berpasangan.

Tetapi pada kenyataannya kita tidak berpasangan, jadi mari kita lanjutkan ke silogisme berikutnya

2. Silogisme hipotesis

Premis 1 = Jika aku bukan siapa-siapamu, dia berhak untuk memilikimu.
Premis 2 = aku bukan siapa-siapamu.
Kesimpulan = Maka, dia berhak untuk memilikimu.

Terakhir, biar satu silogisme lagi yang menjelaskannya semuanya.

3. Silogisme alternatif

Premis 1 = Kamu mempunyai pilihan untuk memilih dia atau diriku.
Premis 2 = Kamu memilih dia.
Kesimpulan = Kamu tidak memilihku.

Ya, begitulah faktanya mengapa rasa ini memilih untuk bersembunyi, karena realita yang terjadi sungguh menyayat hati.

Sincerely,

Your undiscovered girl.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HALOOO, INI AKU YANG BARU!

Kurang lebih 2 tahun aku gak mampir ke sini, bahkan aku lupa kalau punya blog😀 Banyakkk hal yang udah aku lewati, dari suka maupun duka. Ha...